Kalijaga.co – Kenapa kita bisa merasa tidak cukup hanya karena melihat orang lain di layar?
Padahal, kita tahu, tidak semua yang terlihat itu nyata. Hari ini, standar kecantikan seakan sudah
ditentukan. Kulit harus mulus, wajah harus flawless, penampilan harus sempurna. Media sosial
menjadi cermin baru, tempat kita diam-diam membandingkan diri, lalu pulang dengan rasa kurang.
Kita scroll, lalu membandingkan.
Scroll lagi, lalu semakin merasa tertinggal.
Sampai akhirnya Lelah, tapi tetap mengulang hal yang sama. Tanpa sadar, kita mulai mengukur
nilai diri dari apa yang dilihat orang lain. Kita habiskan waktu untuk memperbaiki luar, namun
sering lupa melihat ke dalam. Kita lebih takut dianggap tidak menarik, daripada takut iman kita
melemah.
Lebih khawatir pada penilaian manusia, daripada hubungan kita dengan Tuhan. Padahal, jika
direnungkan, masalahnya bukan karena kita kurang cantik. Masalahnya, mungkin kita terlalu lama
mempercayai definisi cantik yang salah. Cantik yang sesungguhnya bukan hanya tentang apa yang
terlihat, tetapi tentang apa yang terjaga.
Cantik karena iman, yang membuat hati tetap tenang di tengah tekanan, yang menjaga lisan tetap
lembut meski dalam keadaan sulit, dan yang mengarahkan langkah agar tidak kehilangan tujuan.
Dari iman itu pula, lahir sebuah kekuatan.
Kuat karena taqwa, bukan berarti tidak pernah jatuh, melainkan mampu bangkit dan kembali,
meski telah berkali-kali salah. Taqwa membuat seseorang tetap bertahan, meski keadaan tidak
selalu berpihak. Ia menjaga arah, ketika dunia terasa membingungkan.
Mungkin, selama ini kita terlalu sibuk mempercantik diri untuk dilihat manusia. Padahal, ada yang
lebih penting memperbaiki diri untuk dilihat oleh-Nya. Mulai hari ini, barangkali kita tidak perlu
langsung menjadi sempurna. Cukup mulai dengan memperbaiki niat, menjaga hati, dan mendekat
perlahan. Karena pada akhirnya, yang benar-benar menenangkan bukanlah pujian, melainkan
kedekatan. Jadi, kita ingin terlihat cantik di mata manusia atau benar-benar menjadi cantik di
hadapan Tuhan?
Penulis Anisa Bunga Firdausi
- Menghidupkan Semangat Kartini melalui Eksplorasi Museum Pergerakan Wanita Indonesia - 29 April 2026
- Cantik karena Iman, Kuat karena Taqwa - 29 April 2026
- Menanam Pohon Di Hari Bumi: Mengapa Sulit Menjadi Gerakan Berkelanjutan? - 27 April 2026