Kalijaga.co – Pasar Sentir di area Ketandan, Malioboro, hingga saat ini masih menjadi daya Tarik istimewa bagi masyarakat Yogyakarta maupun wisatawan. Suasana ramai pengunjung sudah mulai terasa sejak sore hari menuju petang hingga malam hari. Pasar tradisional yang terselip di sudut keramaian Malioboro ini tetap konsisten menunjukkan eksistensinya dalam menggerakkan ekonomi lokal melalui ciri khasnya yang unik dan tak lekang oleh waktu.
Pasar Sentir memang telah lama dikenal dan populer sebagai pusat perdagangan barang-barang bekas layak pakai yang menawarkan banyak pilihan bagi para pemburu barang murah. Di sini, pengunjung bisa menemukan berbagai barang fashion yang tengah tren, seperti hoodie, jaket, hingga kemeja.
Tidak hanya itu, kebutuhan sandang lain seperti daster, kaos, kebaya dan bermacam-macam celana juga tersedia melimpah. Bagi beberapa kolektor, deretan jam tangan lama, barang antik, hingga pernak-pernik unik menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, perabotan rumah tangga pun dijajakan dengan harga miring yang sangat menggiurkan bagi mereka yang jago dalam urusan tawar-menawar.
Berdasarkan data dan informasi hingga 27 April lalu, pasar ini masih dipadati pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Selain menjadi tempat perburuan barang murah, Pasar Sentir juga berfungsi sebagai ruang rekreasi alternatif yang dilengkapi dengan berbagai jajanan kuliner yang menggugah selera.
“Di sini ramai mbak, kalau ndak hujan. Saya jualan di sini biasanya datang dari sore, lumayan lah untuk tambahan sehari-hari,” ucap Bu Ribut (65), salah satu pedagang pakaian bekas yang sudah lama mangkal di Pasar Sentir.
Proses manajemen barang di sini pun menarik untuk disimak. Barang-barang bekas yang sekiranya masih layak pakai akan dibersihkan terlebih dahulu, lalu ditata dan dipajang rapi agar menarik minat serta perhatian para pembeli.
Sebagian besar stok barang yang dikumpulkan didapatkan dari barang sisa anak kos yang sudah pindah atau lulus, serta dari masyarakat setempat yang memiliki barang tak terpakai namun kondisinya masih sangat prima dan sangat layak diperjualbelikan.
Meski fokus utamanya menjual barang bekas, Pasar Sentir justru kini dinilai sebagai pasar bergaya vintage oleh generasi muda. Banyaknya barang antik dan nuansa pasar malam yang sederhana memberikan kesan estetik tersendiri bagi para pemburu foto, Cahaya halus kekuningan dari lampu jalan di sekitarnya juga menciptakan kesan hangat yang menjadikan para pengunjung merasa lebih nyaman saat berbelanja.
Secara tidak langsung, pasar ini juga menjalankan misi ekonomi sirkular, di mana barang yang tak lagi berguna bagi pemilik lama berubah menjadi “harta karun” yang membantu perekonomian masyarakat sekitar tanpa harus menyumbang limbah baru bagi lingkungan.
Reporter Qoulan Syadida