crossorigin="anonymous">

Semesta Sajak Purba

Kalijaga.co- Awan melayang, melukis biru angkasa dengan warna putihnya

Mentari tenggelam, menghadiahi bumi dengan eloknya senja

Rembulan tersenyum agung, menyuarakan cahaya dalam bisunya malam

Embun jernih, menyambut fajar dari ujung-ujung mahkota kembang dan daun

Rintik hujan, mengantar hati yang mendamba kesegaran yang sesuci nurani

Desau angin, lincah berkejaran di antara persada rimba, bergurau dengan dahan-dahan

Celoteh satwa, menjadi sandiwara tanpa naskah, tercipta begitu saja

Semak dan reranting yang tersibak, mengisyaratkan akan adanya kisah yang berlangsung, bergulir sedari abad purbawi

Indah kisah mereka

Isyarat sejati dari Sang Pembentuk kehidupan

Menjelma prasasti bagi setiap insan, supaya teguh mengawal keseimbangan semesta, sesuai firman-Nya

Harmoni semesta, mengabadikan lawakan para insan

Nada alam, hanya takzim mengamati, gejolak zaman demi zaman

Mereka adalah saksi bisu yang setia dengan janji

Semenjak mula kehidupan

Sedari awal kisah dunia

Sejak gurat takdir perdana ditetapkan

Insan hanya kuasa bertawakal menjalani tugas sejati dari Ilahi

Malaikat dan setan menemani dengan tekun, detik demi detik jam kehidupan manusia

Alam mengamati dengan caranya sendiri

Hingga nanti ketika segalanya berpulang menuju muara kesejatian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *