
Kalijaga.co- Awan melayang, melukis biru angkasa dengan warna putihnya
Mentari tenggelam, menghadiahi bumi dengan eloknya senja
Rembulan tersenyum agung, menyuarakan cahaya dalam bisunya malam
Embun jernih, menyambut fajar dari ujung-ujung mahkota kembang dan daun
Rintik hujan, mengantar hati yang mendamba kesegaran yang sesuci nurani
Desau angin, lincah berkejaran di antara persada rimba, bergurau dengan dahan-dahan
Celoteh satwa, menjadi sandiwara tanpa naskah, tercipta begitu saja
Semak dan reranting yang tersibak, mengisyaratkan akan adanya kisah yang berlangsung, bergulir sedari abad purbawi
Indah kisah mereka
Isyarat sejati dari Sang Pembentuk kehidupan
Menjelma prasasti bagi setiap insan, supaya teguh mengawal keseimbangan semesta, sesuai firman-Nya
Harmoni semesta, mengabadikan lawakan para insan
Nada alam, hanya takzim mengamati, gejolak zaman demi zaman
Mereka adalah saksi bisu yang setia dengan janji
Semenjak mula kehidupan
Sedari awal kisah dunia
Sejak gurat takdir perdana ditetapkan
Insan hanya kuasa bertawakal menjalani tugas sejati dari Ilahi
Malaikat dan setan menemani dengan tekun, detik demi detik jam kehidupan manusia
Alam mengamati dengan caranya sendiri
Hingga nanti ketika segalanya berpulang menuju muara kesejatian
Penulis Akbar Ariantono Putra | Editor Najwa Azzahra