Kalijaga.co – Bryan Adam Wardana Putra (22th) pemuda asal Trirenggo Bantul, tertarik dengan dunia bisnis sejak di bangku sekolah. Kini ia menjadi pembisnis kuliner warung siomay bandung atau lebih dikenal dengan siomay komandan. Menurutnya bisnis dibidang makanan dan minuman memiliki peluang yang besar. Tapi memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Asalkan mau kerja keras,konsisten,selalu merasa kurang untuk belajar membuat inovasi kuliner baru.
“Saya tertarik dengan dunia bisnis diera sekarang, karena peluangnya besar terutama pada bidang makanan dan minuman atau food and beverage (FnB)” jelas Bryan.
Dalam memproduksi sajian kulinernya, ia memilih membuat olahan sendiri. sebisa mungkin bahan yang digunakan premium. Bahan utama ini menjadi resep rahasia seperti tengiri, ayam potong,dan tepung.
Selain itu, dalam penyajiannya Bryan memberikan banyak pilihan menu isiannya seperti dimsus atau batagor. Hal ini ia lakukan supaya pelanggan bisa memilih sesuai selera.
Bisnisnya somay ia mulai sejak lebaran tahun kemarin. Terhitung sudah satu tahuh ini dan sudah balik modal. Harapannya bisnis yang ia mulai kecil – kecilan ini bisa terus berkembang.
“Saya otomatis masih belajar, income datang bisnis berkembang,”ujar Bryan.
Di era digitalisasi sekarang, Bryan memanfaatkan platform media sosial Instagram untuk pemasarannya. Dengan membuat konten,menanggapi komentar, DM menjadi jalan untuk berinteraksi kepada pelanggan.
Kini bisnis Siomay Komandan sudah memiliki dua cabang yang bertempat di bantul. Tepatnya Jl. Jend. Sudirman No.142, Nyangkringan, Bantul dan Siomay Komandan, Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Nogosari, Trirenggo.
Mulai Berbisnis Sejak Di Bangku Sekolah
Bryan menceritakan ketika dirinya masih duduk di bangku sekolah mengah pertama ia mulai berjualan buku. ia menawarkan buku kepada teman-temannya. Kemudian di sekolah menengah atas ia beralih jualan makanan. Modalnya berasal dari uang saku yang ia sisihkan sedikit demi sedikit. Meskipun tidak selalu mendapatkan keuntungan, bukannya membuat malas atau patah semangat. Justru ia bisa belajar untuk melihat dunia bisnis yang sebenarnya.
“Walaupun tidak untung tapi saya senang melakukan hal tersebut,”ungkap Bryan.
Sebelum memutuskan untuk berbisnis, bryan setelah lulus SMK ia mencoba untuk usaha dibidang barang bekas mebel kayu dan kaca membatu ayahnya. Ia mengambil barang bekas dari tempat ayahnya kemudian dipoles lagi supaya lebih menarik. Itu masih berlanjut hingga sekarang tapi bukan menjadi pekerjaan utama tapi masih menerima pesanan.
Ketertarikannya dalam dunia bisnis tidak melupakan akan kewajiban untuk belajar. Sekarang ia melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi di Universitas Terbuka prodi Manajemen. Skema kuliah yang online, membantu bryan dalam membagi waktu untuk melakukan pekerjaan sampingan.
Tidak berhenti disitu, ia kemudian mencoba bekerja di perusahaan farmasi. Jam kerja sampai malam hari belum lagi lembur dengan gaji yang didapat tidak sebanding. Membuatnya memutuskan untuk keluar.
Setelah melalui lika liku dunia pekerjaan,ia kembali berfikir dan apa yang ia sukai yaitu berbisnis kuliner. Bryan memulai usahanya dengan jualan kecil-kecilan konsisten Ia tekuni. Tidak terasa kini sudah satu tahun lebih dan memiliki 2 cabang.
“Konsisten dan tekun jadi kunci sukses dalam bisnis maupun hal lainya” pungkas Bryan.
Reporter : Ahmad Makmud | Editor : Nanik Rahmawati
- Selingkuh Di Mata Hukum Pelanggaran Ringan, Tapi Di Hati Adalah Kejahatan Secara Psikologis - 27 Oktober 2025
- Mantra Rindu untuk Dunia yang Patah - 9 Agustus 2025
- FDK Peduli Kesehatan Mental - 21 Juni 2025