crossorigin="anonymous">

Es Teh Manis: Minuman Klasik, Omzet Fantastis

Es teh adalah minuman sejuta umat. Minuman yang paling digemari banyak kalangan ini ternyata sudah ada sejak sebelum Merdeka. Dilansir dari nibble.id bahwa teh mulai dikenal saat penjajahan Belanda di Indonesia, yang kemudian dengan perkembangan yang ada teh mulai berkembang. Mulai ada yang namanya teh manis, kemudian berlanjut lagi munculah es teh manis, yang kini menjadi minuman popular di Indonesia terkhusus daerah bercuaca panas. 

Es teh manis ternyata mampu mengahasilkan omzet yang menggiurkan, mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah bagi para pengusaha yang mahir mengelolanya. Meskipun merupakan minuman yang relatif murah saat dihidangkan dirumah makan atau restoran, es teh manis bisa menjadi bisnis yang sangat menguntungkan ketika diolah oleh seorang pengusaha yang kreatif dan berinovasi.

Minuman es teh manis dikenal luas dan disukai oleh berbagai kelompok usia, serta menjadi pilihan yang hampir selalu tersedia di hampir semua rumah makan. Bahkan, banyak individu yang memulai usaha berjualan es teh karena melihat potensi keuntungan yang signifikan. Salah satu kesuksesan yang patut dicontoh adalah penjual es teh di Jl. Wahid Hasyim yang dikenal dengan nama “Teh Desa.” Tempat ini telah menjadi langganan bagi para santri asrama putri Pondok Pesantren Wahid Hasyim, terutama setelah pulang kuliah.

Dinda Ayu Oktaviani, salah satu mahasiswi yang tinggal di asrama Pondok Pesantren Wahid Hasyim berkomentar, “Iya kak, tiap hari aku beli es teh di Teh Desa ini sehabis pulang kuliah, soalnya tempatnya dekat dari asramaku dan juga harganya murah.” Ujarnya.

Es teh menjadi solusi yang ampuh untuk mengatasi dahaga, terutama di bawah teriknya matahari. Oleh karena itu, tak heran banyak penjual yang sukses di bisnis ini.

Arif Saifuddin, penjual Teh Desa, berkata, “Disini saya baru buka 3 bulanan mbak, omzet awalnya mencapai hampir 20 juta, kemudian dibulan-bulan setelahnya sekitar 15-20 juta. Seharinya bisa menjual 250-300 gelas, bahkan dihari weekend mencapai hingga 350 gelas seharinya” tuturnya.

Kebiasaan konsumen yang gemar memesan dan menikmati teh terutama pada musim panas telah menginspirasi Arif untuk menciptakan sebuah brand khusus yang menyediakan berbagai jenis minuman dengan bahan dasar utama teh, ditambah dengan variasi minuman lainnya. Untuk membedakan bisnisnya dari penjual es teh pada umumnya, Arif menekankan pada harga yang terjangkau sehingga dapat bersaing di pasar yang kompotitif.

Musim panas memberikan banyak peluang bisnis bagi masyarakat menengah ke bawah, karena mereka menjadi lebih kreatif dalam menciptakan minuman es teh yang segar. Salah satu contohnya adalah penjual es teh di Jl. Wahid Hasyim ini, yang memutuskan untuk menjual minuman es teh dengan inovasi pada saat musim panas tiba. Mereka tidak hanya menyajikan es teh biasa, tetapi juga menyediakan berbagai pilihan rasa seperti anggur, mangga, lemon, dan bahkan menambahkan minuman lain seperti soda, minuman berbasis susu, thai tea, dan lain sebagainya.

Reporter: Agna Niha Azzahra dan Afifah Roza | Editor: Fikri Khairul Lisan | Ilustrasi: Alifia Maharani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *