crossorigin="anonymous">

AKU DALAM PELUK SEMESTA

Pada diamku yang sunyi
Ada suatu hari yang ku sebut itu letih
Kala peluk hangat ibu jauh
Ada bisik angin menemani jiwa yang runtuh

Sejenak aku terduduk
Memetik napas dari peraduan senja dan malam
Ku basuh lukaku dengan sujud
Nan do’a terindah yang ku rangkai untuk Tuhan

Dalam ramainya dunia yang memeluk
Rupanya ada hatiku yang menangis terguguh
Membasahi tiap jengkal atma yang merindu
Sembari berbisik teduh “Bukankah aku berharga,
maka dari itulah aku ada? “

Rupanya tak perlu terburu-buru
Sebab hati pun butuh akan kata istirahat
Bahkan mentari juga tenggelam dengan sabar
Dan kala bising mulai disapa oleh hening
Disitulah semesta memelukku dengan diamnya yang syahdu

Ku luruhkan letihku dalam peluk semesta
Membiarkan waktu memijat dadak yang sesak
Pada jiwaku aku meminta
Mengemis maaf, memintanya sabar, dan memeluknya hangat

Karena kini aku tahu
Bahwa pulih tidak harus kembali seperti dulu
Tapi menerima hal baru
Yang lebih damai
Yang lebih aku


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *